Sabtu, 16 November 2013
Kiat Promosi Efektif untuk Usaha Rumahan
“Saya baru memulai usaha menjual baju-baju rumah dan baju-baju kantor, tapi karena keterbatasan modal sehingga tidak membangun outlet khusus tapi hanya menggunakan rumah sebagai tempat usaha. Yang ingin ditanyakan adalah:
1.Apa yang harus diperhatikan ketika membuka usaha di rumah?
2.Kalau lokasi rumah kurang strategis, bagaimana mensiasatinya agar produk dikenal karena saat ini belum punya modal dana untuk pindah lokasi usaha?
3.Kendala apa yang ditemui dalam usaha seperti ini?
4.Promosi seperti apa yang harus dilakukan agar bisa dikenal orang dan tentu saja bisa laku?”
Pada dasarnya, pembeli di usaha rumahan adalah ibu-ibu. Yang perlu diperhatikan adalah apakah lingkungan perumahan Anda kelas menengah atau kelas bawah. Lingkungan ini mempengaruhi jenis produk yang akan dijual. Untuk kelas atas biasanya harganya juga lebih mahal dari yang bawah. Untuk menjual baju biasanya tidak mudah, karena ukuran seseorang berbeda. Apalagi untuk baju kantor, penampilan harus sempurna. Yang dimaksud sempurna adalah pas dengan tubuh. Maka baju kantor biasanya tidak dibeli jadi tapi dibuat khusus di penjahit atau modiste. Seseorang yang membeli baju jadi biasanya untuk pemakaian yang bisa ditoleransi, cenderung pakaian longgar, misal untuk tidur atau di rumah, seperti daster atau kaos yang longgar. Makanya kalau jual baju sebaiknya bisa menjahit baju. Bila tidak dapat menjahit, mencari produk yang tidak dipakai di kantor, misalnya sprei, taplak meja, daster, celana, kaos, dsb. Bila tetap akan menjual produk baju kantor, maka persediaan harus banyak, sehingga segala macam ukuran tubuh bisa dilayani.
Apabila lokasi di rumah, maka akan lebih baik apabila lokasinya strategis. Ukuran strategisnya bermacam-macam seperti mobil bisa masuk atau tidak. Namun orang yang membeli produk biasanya cenderung karena puas pada pelayanan dan produknya maka lokasi bisa kurang penting. Bila pembeli puas di mana pun tempatnya tentu akan dicari. Bila produk itu tidak laku, dijual di lokasi manapun juga kurang laku. Lokasi dipertahankan saja, pelaku harus mencari produk yang sangat laku. Pindah lokasi diharapkan dalam rangka memperbesar usaha.
Untuk usaha jenis ini, maka kendala yang biasa jualan baju di rumah adalah penjualan kredit, bukan cash. Pelanggan dari tetangga biasanya minta penjualan kredit. Bila hal ini terjadi, maka konsekwensinya ada pelanggan lari tidak membayar cicilan. Ada hukum tidak tertulis yaitu menjual kredit pada satu pelanggan sama dengan menjual kredit kepada semua pelanggan. Pelanggan lain juga akan menuntut pembelian secara kredit. Dengan demikian tidak ada penjualan cash. Administrasi dari penjualan kredit harus rapi. Bila tidak, akan muncul persengketaan, karena pengkredit merasa sudah lunas, sedangkan penjual merasa belum lunas. Penjualan cash, tidak ada batasan pembelian, tetapi penjualan kredit dibatasi perorangnya. Bila terlalu besar beli kreditnya untuk satu orang, bila ada masalah kerugian akan sangat besar.
Usaha apapun membutuhkan promosi. Nah promosi penjualan ini adalah dari mulut ke mulut atau door to door. Sangat dianjurkan agar penjual bisa menyesuaikan selera konsumen. Untuk lokasi usaha yang dekat denga tempat peribadatan, akan sangat laku baju dan pakaian tertentu. Untuk lingkungan hunian karyawan kantor,maka blaze atau jas yang banyak dipakai. Promosi dengan menggunakan menekin atau boneka sangat disarankan. Baju yang akan dijual dipajang dan disorot lampu agar kelihatan menarik. Baju ini tiap tiga hari sekali diganti agar membuat kesan telah laku. Yang tak kalah pentingnya, tempat bersih adalah bentuk promosi lain.
Sumber:
Arsip Bisnis
Yanto Sidik Pratiknyo,
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar